Bacaan Ijab Kabul Nikah yang Benar dalam Islam, Tidak Wajib Bahasa Arab!
Persiapkan akad nikahmu dengan menghafal bacaan ijab kabul yang benar & lancar. Lengkap dengan teks bahasa Indonesia, Arab, dan tips agar tidak grogi!
Diperbarui 1 Juni 2026
Ijab kabul nikah tidak wajib memakai bahasa Arab. Akad tetap bisa dilakukan dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah, selama maknanya jelas, dipahami oleh wali, calon pengantin pria, dan para saksi, serta menunjukkan maksud menikahkan dan menerima pernikahan.
Jadi, kalau kamu sedang mempersiapkan hari bahagia dan merasa lebih tenang mengucapkan ijab kabul dalam bahasa Indonesia, hal itu bisa menjadi pilihan yang aman dan praktis. Yang perlu diperhatikan bukan hanya hafal atau tidaknya lafaz, tetapi juga kejelasan kalimat, urutan pengucapan, kesiapan wali, kehadiran saksi, dan arahan dari penghulu atau petugas KUA.
Agar momen istimewa ini berjalan lebih khidmat, yuk pahami contoh bacaan ijab kabul nikah yang benar, pilihan bahasanya, syarat sahnya, dan tips latihan agar kamu tidak terlalu grogi saat akad.
Jawaban Singkat Tentang Bahasa Ijab Kabul
Ijab kabul boleh diucapkan dalam bahasa selain Arab. Dalam praktik pernikahan Muslim di Indonesia, bahasa Indonesia justru sering dipilih karena lebih mudah dipahami oleh calon pengantin, keluarga, dan saksi.
Yang paling penting, lafaz ijab dan kabul harus menunjukkan maksud pernikahan dengan jelas. Ijab diucapkan oleh wali atau wakil wali untuk menikahkan mempelai perempuan. Kabul diucapkan oleh calon pengantin pria sebagai tanda menerima pernikahan tersebut.
Ijab Kabul Boleh dengan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sering menjadi pilihan karena kalimatnya lebih familiar. Calon pengantin pria juga biasanya lebih mudah berlatih, sehingga prosesi akad terasa lebih tenang dan tidak terburu-buru.
Selama kalimatnya jelas dan tidak mengubah maksud akad, penggunaan bahasa Indonesia tidak mengurangi kesakralan pernikahan. Justru, akad yang dipahami dengan baik bisa membantu semua pihak lebih menyadari makna besar dari janji yang sedang diucapkan.
Bahasa Daerah Juga Bisa Digunakan
Bahasa Jawa, Sunda, Madura, Minang, atau bahasa daerah lain bisa digunakan jika semua pihak yang terlibat memahami maksudnya. Namun, untuk menghindari salah paham, sebaiknya diskusikan dulu dengan penghulu, wali, dan saksi sebelum hari akad.
Kalau ada keraguan, bahasa Indonesia biasanya menjadi pilihan paling aman karena lebih mudah dipahami lintas keluarga dan tamu yang hadir.
Bacaan Ijab Kabul Bahasa Indonesia yang Paling Umum
Berikut contoh bacaan ijab kabul nikah bahasa Indonesia yang sering digunakan dalam akad nikah Muslim di Indonesia. Bagian nama, nama ayah, dan mahar perlu disesuaikan dengan data calon pengantin.
Lafaz Ijab dari Wali Ayah Kandung
Ijab:
“Saudara [nama calon pengantin pria] bin [nama ayah calon pengantin pria], saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak perempuan saya [nama calon pengantin perempuan] binti [nama ayah calon pengantin perempuan] dengan maskawin [sebutkan mahar] dibayar tunai.”
Lafaz Kabul dari Calon Pengantin Pria
Kabul:
“Saya terima nikah dan kawinnya [nama calon pengantin perempuan] binti [nama ayah calon pengantin perempuan] dengan maskawin tersebut dibayar tunai.”
Kalimat kabul di atas sudah cukup jelas karena menyebut penerimaan nikah, nama mempelai perempuan, dan mahar yang telah disebutkan dalam ijab. Jika penghulu memberi redaksi sedikit berbeda, kamu bisa mengikuti arahan tersebut selama maknanya tetap sama.
Jika Wali Diwakilkan kepada Penghulu
Dalam banyak akad nikah, wali sah tetap hadir, tetapi pengucapan ijab diwakilkan kepada penghulu atau tokoh agama. Dalam kondisi seperti ini, kalimat ijab biasanya menyesuaikan status wakil wali.
Ijab oleh wakil wali:
“Saudara [nama calon pengantin pria] bin [nama ayah calon pengantin pria], saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan [nama calon pengantin perempuan] binti [nama ayah calon pengantin perempuan], yang walinya telah mewakilkan kepada saya, dengan maskawin [sebutkan mahar] dibayar tunai.”
Kabul:
“Saya terima nikah dan kawinnya [nama calon pengantin perempuan] binti [nama ayah calon pengantin perempuan] dengan maskawin tersebut dibayar tunai.”
Sebelum akad, pastikan redaksi ini sudah dikonfirmasi dengan penghulu. Setiap KUA atau tokoh agama bisa memiliki kebiasaan redaksi yang sedikit berbeda, tetapi inti kalimatnya tetap sama.
Bacaan Ijab Kabul Bahasa Arab dan Latinnya
Sebagian keluarga memilih bahasa Arab karena dianggap lebih khidmat. Pilihan ini boleh saja, asalkan wali, calon pengantin pria, dan saksi memahami maksud akadnya.
Contoh Ijab Bahasa Arab
Arab:
أَنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِي [nama calon pengantin perempuan] بِنْتِ [nama ayah calon pengantin perempuan] بِمَهْرِ [sebutkan mahar] حَالًا
Latin:
Ankahtuka wa zawwajtuka makhthubataka binti [nama calon pengantin perempuan] binti [nama ayah calon pengantin perempuan] bimahri [sebutkan mahar] halan.
Arti:
Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, anak perempuanku [nama calon pengantin perempuan] binti [nama ayah calon pengantin perempuan], dengan mahar [sebutkan mahar] dibayar tunai.
Contoh Kabul Bahasa Arab
Arab:
قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ الْمَذْكُوْرِ حَالًا
Latin:
Qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil-mahril madzkuri halan.
Arti:
Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan dibayar tunai.
Kalau kamu belum terbiasa membaca bahasa Arab, jangan memaksakan diri hanya karena ingin terlihat lebih fasih. Akad yang tenang, jelas, dan dipahami biasanya lebih baik daripada bacaan yang panjang tetapi membuat kamu sangat gugup.
Contoh Ijab Kabul Bahasa Daerah
Bahasa daerah bisa membuat akad terasa lebih dekat dengan adat keluarga. Namun, pastikan pengucapannya benar dan maknanya dipahami oleh semua pihak yang menyaksikan akad.
Contoh Ijab Kabul Bahasa Jawa
Ijab:
“Kula nikahaken lan ngawinkaken putri kula [nama calon pengantin perempuan] kaliyan panjenengan [nama calon pengantin pria] kanthi maskawin [sebutkan mahar] dibayar tunai.”
Kabul:
“Kula tampi nikah lan kawinipun [nama calon pengantin perempuan] kanthi maskawin kasebut dibayar tunai.”
Contoh Ijab Kabul Bahasa Sunda
Ijab:
“Abdi nikahkeun sareng ngawinkeun putri abdi [nama calon pengantin perempuan] ka anjeun [nama calon pengantin pria] kalayan maskawin [sebutkan mahar] dibayar tunai.”
Kabul:
“Abdi nampi nikah sareng kawinna [nama calon pengantin perempuan] kalayan maskawin éta dibayar tunai.”
Karena bahasa daerah punya variasi dialek, sebaiknya contoh ini tetap diperiksa lagi oleh keluarga atau tokoh agama setempat. Tujuannya agar kalimat yang diucapkan benar, sopan, dan tidak menimbulkan keraguan.
Syarat Agar Ijab Kabul Sah
Ijab kabul adalah bagian penting dalam rukun nikah. Supaya akad berjalan sah dan tidak menimbulkan keraguan, beberapa hal berikut perlu diperhatikan.
- Calon suami dan calon istri: Keduanya jelas identitasnya dan tidak memiliki halangan menikah menurut syariat.
- Wali nikah: Wali yang menikahkan adalah wali yang sah atau wakil wali yang diberi kuasa.
- Dua orang saksi: Saksi hadir langsung, memahami prosesi, dan memenuhi syarat sebagai saksi nikah.
- Lafaz ijab dan kabul: Kalimat harus jelas menunjukkan maksud menikahkan dan menerima pernikahan.
- Urutan pengucapan: Ijab dari wali atau wakil wali disambut dengan kabul dari calon pengantin pria.
- Tidak berselang lama: Ijab dan kabul dilakukan beruntun, tanpa jeda yang membuat akad terputus.
- Mahar jelas: Mahar sebaiknya disebutkan dengan jelas agar tidak menimbulkan perbedaan pemahaman.
Acays, bagian ini penting untuk dibicarakan sejak awal dengan keluarga dan penghulu. Dengan begitu, saat hari akad tiba, semua pihak sudah tahu perannya masing-masing.
Apakah Ijab Kabul Harus Satu Napas
Ijab kabul tidak harus diucapkan dalam satu tarikan napas. Yang penting adalah kalimatnya jelas, beruntun, dan tidak ada jeda panjang yang memutus rangkaian akad.
Kalau calon pengantin pria berhenti sebentar karena mengambil napas, itu bukan masalah selama tidak mengubah makna dan tidak membuat akad terputus. Jadi, kamu tidak perlu terlalu takut dengan mitos bahwa ijab kabul harus benar-benar satu napas tanpa henti.
Yang perlu dihindari adalah kalimat yang tidak jelas, terlalu banyak jeda, atau salah menyebut data penting seperti nama mempelai dan mahar. Jika terjadi kekeliruan, biasanya penghulu akan meminta pengulangan agar akad benar-benar jelas.
Kalau Salah Mengucapkan Ijab Kabul
Kesalahan kecil dalam pengucapan bisa terjadi karena gugup. Jika salah sebut atau kalimat terdengar kurang jelas, jangan panik. Ikuti arahan penghulu dan ulangi dengan lebih tenang.
Beberapa hal yang biasanya perlu diulang adalah salah menyebut nama, salah menyebut mahar, kalimat kabul terputus terlalu lama, atau ucapan tidak terdengar jelas oleh saksi. Pengulangan ini bukan untuk membuat calon pengantin malu, tetapi untuk memastikan akad berlangsung dengan jelas dan sah.
Agar lebih siap, kamu juga bisa membaca panduan bacaan istighfar dan syahadat sebelum akad nikah supaya hati lebih tenang sebelum masuk ke momen ijab kabul.
Tips Latihan Ijab Kabul Agar Lancar Saat Akad
Latihan sederhana bisa membantu kamu lebih siap menghadapi momen sakral ini. Tidak perlu berlebihan, yang penting konsisten dan sesuai dengan redaksi yang akan dipakai saat akad.
- Minta redaksi final dari penghulu: Jangan berlatih dengan banyak versi agar tidak bingung.
- Tulis nama lengkap dengan benar: Pastikan nama calon pengantin perempuan, nama ayah, dan mahar sesuai dokumen.
- Latihan dengan suara pelan lalu normal: Tujuannya agar lidah terbiasa dan napas lebih teratur.
- Jangan menghafal terlalu banyak variasi: Pilih satu lafaz yang paling nyaman.
- Simulasi bersama wali atau keluarga: Latihan ini membantu kamu terbiasa dengan suasana akad.
- Tidur cukup sebelum hari akad: Tubuh yang segar membuat suara dan fokus lebih stabil.
- Ambil napas sebelum menjawab kabul: Ucapkan dengan pelan, jelas, dan mantap.
Kalau kamu merasa sangat gugup, pilih bacaan bahasa Indonesia yang ringkas dan mudah dipahami. Momen akad bukan lomba hafalan, melainkan janji suci yang perlu diucapkan dengan sadar dan penuh tanggung jawab.
Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Akad Nikah
Selain bacaan ijab kabul, ada beberapa persiapan yang sebaiknya tidak ditunda. Dengan persiapan yang rapi, hari bahagia bisa terasa lebih tenang dan minim drama.
- Konfirmasi wali nikah: Pastikan siapa wali yang akan menikahkan dan apakah ijab akan diucapkan langsung atau diwakilkan.
- Siapkan saksi: Pilih dua saksi yang memenuhi syarat dan bisa hadir tepat waktu.
- Pastikan mahar sudah jelas: Tulis jenis, jumlah, dan cara pembayarannya.
- Cek jadwal KUA atau penghulu: Pastikan waktu, lokasi, dan dokumen sudah sesuai.
- Susun alur akad dan resepsi: Ini membantu keluarga, MC, dan vendor memahami urutan acara.
- Siapkan undangan: Pastikan informasi akad, resepsi, maps, dan kontak keluarga sudah benar.
Untuk persiapan yang lebih menyeluruh, kamu bisa memakai wedding checklist Indonesia agar detail acara tidak tercecer. Kalau akad dilakukan di KUA atau di luar kantor KUA, kamu juga bisa membaca panduan biaya akad nikah di KUA supaya anggaran lebih jelas sejak awal.
Bedanya Akad dan Resepsi dalam Persiapan Undangan
Akad adalah prosesi utama yang mengesahkan pernikahan. Resepsi adalah acara syukuran untuk berbagi kabar bahagia dengan keluarga, sahabat, dan tamu undangan.
Karena fungsinya berbeda, informasi pada undangan juga perlu dibuat jelas. Jika akad dan resepsi dilakukan di waktu atau tempat berbeda, pastikan tamu bisa memahami jadwalnya dengan mudah. Detail seperti tanggal, jam, lokasi, dress code, dan tautan maps sebaiknya ditulis rapi.
Kalau kamu masih menyusun konsep acara, baca juga panduan perbedaan akad dan resepsi pernikahan agar alurnya lebih tertata.
Percantik Momen Akad dengan Undangan Digital
Setelah bacaan ijab kabul siap, jangan lupa menyiapkan cara terbaik untuk membagikan kabar bahagia. Undangan digital bisa membantu kamu menyampaikan detail akad dan resepsi dengan lebih praktis, elegan, dan siap dibagikan tanpa ribet.
Acaranya.id menyediakan desain undangan digital yang cantik untuk berbagai konsep pernikahan, termasuk tema Islami, adat, modern, minimalis, hingga elegan romantis. Kamu bisa menampilkan detail akad, lokasi Google Maps, galeri foto, RSVP, amplop digital, hingga QR code check-in sesuai kebutuhan acara.
Kalau ingin menyusun kalimat undangan yang sopan dan hangat, kamu juga bisa membaca inspirasi kata-kata undangan pernikahan online agar undangan impianmu terasa lebih personal.
Penutup
Bacaan ijab kabul nikah yang benar tidak harus selalu menggunakan bahasa Arab. Bahasa Indonesia atau bahasa daerah tetap bisa digunakan selama maknanya jelas, dipahami oleh pihak yang terlibat, dan memenuhi syarat akad nikah.
Untuk momen sepenting ini, pilih lafaz yang paling membuat kamu tenang. Latih secukupnya, konfirmasi redaksi dengan penghulu, dan pastikan semua data seperti nama mempelai serta mahar sudah benar.
Semoga akad nikahmu berjalan lancar, penuh keberkahan, dan menjadi awal rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Setelah janji suci terucap, biarkan Acaranya.id membantu membuat kabar bahagiamu tersampaikan dengan elegan, praktis, dan siap dibagikan kepada orang-orang tersayang.
Sumber Referensi
- Kompilasi Hukum Islam, BPHN
- NU Online, Lima Rukun Nikah dan Penjelasannya
- NU Online, Kalimat Ijab Qabul dan Mewakilkan Wali Perkawinan
Tertarik Membuat Undangan Digital?
Percayakan kebutuhan undangan digital dengan Acaranya.id, temukan berbagai desain undangan digital terbaik untuk acara Anda.
Lihat Desain